Pengertian
Ekonomi dan Hukum Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih
dan menciptakan kemakmuran. Inti dari masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan yang tidak terbatas dengan alat pemuas
kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Permasalahan tersebut akan berdampak terjadinya kelangkaan.
Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau keterkaitan suatu
peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan lainnya dalam kehidupan
ekonomi yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Dibawah ini
adalah kasus hukum ekonomi :
Naiknya
Kurs Dollar
Saat
ini seperti yang kita ketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar memang sangat
melemah dari waktu ke waktu. Apa saja penyebab dan dampak dari naiknya kurs
dollar tersebut dan bagaimana cara mengatasinya?
Pasti
kalian pernah mengingat peristiwa yang terjadi ditahun 1998? Dimana nilai tukar
rupiah melemah terhadap dollar sehingga kita membutuhkan uang yang lebih banyak
untuk bisa mendapatkan 1 dollar. Jadi mata uang rupiah melemah yang terjadi
adalah kekuatan nilai tukar rupiah mengalami penurunan. Secara mudahnya bisa
kita bayangkan jika sebelumnya dengan Rp9.000,00 kita bisa mendapatkan 1 dollar,
namun ketika rupiah melemah kita harus mengeluarkan uang yang lebih besar
misalkan Rp11.000,00 untuk bisa mendapatkan 1 dollar.
Saat
ini Indonesia Nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah yang saat ini terus tertekan
hingga kisaran Rp 13.750 dianggap sebagai momen yang tepat untuk menjual mata
uang tersebut. Dalam kurun waktu lima hari terakhir, dollar yang sempat
mencatat pelemahan pada angka Rp 13.288 pada hari Kamis 1 Maret 2018, sampai tanggal
5 maret terus melambung hingga di angka Rp 13.755.
Alasan
yang menyebabkan Kurs Dollar terhadap Rupiah semakin naik :
1.
Meningkatnya perekonomian di Amerika
Serikat
2.
Lemahnya nilai mata uang melanda seluruh
dunia
3.
Harga komoditas ekspor Indonesia
harganya anjlok
4.
Kinerja ekspor semakin merosot
5.
Impor barang tinggi
Dampak
negatif melemahnya nlai tukar rupiah Indonesia terhadap dollar Amerika Serikat
bagi perekonomian Indonesia :
1.
Beban hutang negara dan swasta makin
berat
2.
Harga bahan baku impor akan naik
3.
Meningkatnya beban anggaran negara
Apa
yang akan terjadi jika kondisi Rupiah terus melemah ?
1. Investor asing melakukan penarikan
besar-besaran terhadap mata uang dollar yang mereka simpan.
2.
Beberapa usaha makro di Indonesia tidak
bisa berjalan dengan baik. Menguatnya dollar juga membuat ketidakseimbangan
antara permintaan dan penawaran yang ada.
3.
Jika sudah begini tentu saja malahan
membuat biaya impor beberapa bahan baku ke luar negeri menjadi meningkat juga.
4.
Suku bunga juga akan meningkat di
beberapa bank.
5.
Inflasi bahan pangan meningkat.
6.
Semua harga barang-barang akan melonjak
naik, Hal itu menurunkan daya beli konsumsi masyarakat.
7.
Pengangguran meningkat.
8.
Melemahnya kegiatan konsumsi dan
investasi menghambat pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
9.
Meningkatkan pengangguran sehingga
tingginya tingkat kriminal dan kemiskinan.
10. Kesejahteraan
masyarakat menurun. Dampak spiral selanjutnya ialah menurunnya tingkat
kesejahteraan masyarakat.
Upaya pemerintah dalam mengendalikan melemahnya laju nilai tukar rupiah
Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat
1.
Menerapkan
kembali UU No 7/2011.
Salah satu upaya nyata yang
dilakukan pemerintah untuk menanggulangi pelemahan rupiah adalah menegakkan
kembali UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. UU tersebut dengan tegas
menetapkan bahwa setiap transaksi harus dilakukan dengan mata uang rupiah. Bila
berhasil dilaksanakan sepenuhnya, tentu rupiah akan terjaga dari tekanan
fluktuasi. Jadi, di dalam negeri akan dilarang bertransaksi dengan dolar.
2.
Mendongkrak
ekspor.
Ekspor
industri, terutama industri manufaktur, menjadi fokus pemerintah karena sektor
tersebut dapat memberikan nilai tambah pada kegiatan ekspor. Upaya untuk
meningkatkan ekspor industri manufaktur ini sangat menjadi perhatian
pemerintah, mengingat sektor industri manufaktur merupakan sektor yang
memberikan nilai tambah tinggi bagi kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan ekspor.
3.
Menjaga
kestabilan harga makanan poko agar kualitas hidup masyarakat terjaga.
4.
Meningkatkan
produktivitas pertanian dan perkebunan domestic sebagai lahan konsumsi
nasional.
5.
Mengalihkan
subsidi Bahan Bakar Minyak dari non-peoduktif kea rah produktif.
Pihak-pihak yang diuntungkan dan
dirugikan atas melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dollar Amerika
Serikat.
Pihak
yang diuntungkan antara lain :
Ø Para
pemilik tabungan Dollar
Ø Para
pengusaha ekspor
Ø Sektor
pariwisata
Ø Para
pekerja freelence
Ø Gaji
TKI di luar negeri semakin besar
Pihak
yang dirugikan antara lain :
Ø Para
importir
Ø Para
pemilik utang luar negeri : pemerintah dan swasta
Ø Para
pelaku dunia bisnis
Ø Dampak
pada suku bunga
Jadi
gimana dong solusinya ?
Solusinya
adalah harus menaikkan suku bunga, alternatifnya mengurangi defisit bunga APBN,
dengan mengurangi defisit bunga APBN, maka pertumbuhan impor juga bisa direm
sehingga defisit neraca berjalan dan defisit anggaran juga bisa dikurangi. Hal
itu juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan negatif rupiah
saat ini.
Dan
juga memperbesar pengadaan dollar di dalam negeri dengan cara :
1.
Mempercepat investasi asing.
2.
Mempercepat kenaikan suku bunga dan
intervemsi valuta asing.
3.
Pemerintah disarankan melakukan kontrol
terhadap aliran modal.
Kesimpulan
Sebagai
negara berkembang, Indonesia harus siap dengan situasi apapun yang akan
mempengaruhi perekonomian dalam negeri dari pasar global.
Intinya,
kebijakan BI yang efektif harus didukung aliran modal asing ke sektor rill dan
kebijakan pemerintah yang kondusif.
Penguatan
rupiah adalah tanggung jawab bersama, yakni pemerintah, BI, dan elite indoneisa
(yang diduga masih menyimpan puluhan miliar dollar di luar negeri).
Tanpa
kebijakan bersama dan rasa kebersamaan menghadapi dilemma rupiah, maka rupiah
bisa terus melemah dan taruhannya adalah kesejahteraan rakyat.
Saran
Melemahnya nilai tukar rupiah
terhadap dolar memberikan banyak dampak negatif terhadap para pelaku bisnis,
hal ini disebabkan bahan baku produksi yang sebagian besar harus diimpor dari
luar negeri karena persediaan dalam negeri yang terbatas. Hal ini tidak dapat
dibiarkan terjadi secara terus-menerus, karena akan menghambat pertumbuhan
ekonomi di Indonesia.
Diperlukan peran penting dari
pemerintah untuk menstabilkan kembali nilai rupiah, karena kebijakan yang
dilakukan pemerintah saat ini dinilai lamban dan tidak efektif mengingat posisi
nilai tukar rupiah saat ini masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Namun kita sebagai konsumen
selayaknya mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini
dengan cara membeli produk dalam negeri dan membatasi pembelian produk dari
luar, melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang rupiah serta memilih
berlibur di Indonesia daripada ke luar negeri. Hal ini sedikit banyak dapat
memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sehingga
perekonomian Indonesia menjadi stabil.
Daftar
Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar