SELAMAT DATANG DI BLOG LIA ASTUTI

Jumat, 26 Juni 2020

Teknik-teknik Audit


Teknik-teknik Audit:

1.      Memeriksa Fisik di artikan sebagai penghitungan uang tunai baik dalam rupiah atau asing, kertas berharga, persediaan barang, asset tetap, barang berwujudk dan lainnya.

2.      Meminta Konfirmasi adalah meminta pihak lain untuk menegaskan kebenaran atau tidak kebenaran informasi. Dalam audit, teknik ini umunya diterapkan untuk mendapat kepastian mengenai saldo utang-piutang. Tapi sebenarnya ia dapat diterapkan untuk berbagai informasi, keuangan maupun non keuangan.


3.      Memeriksa Dokumen, tidak ada investigatif tanpa pemeriksaan dokumen. Hanya saja dengan kemajuan teknologi, definisi dokumen menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah, disimpan dan dipindahkan secara elektronik.

4.      Review Analitikal, ada bermacam-macam variasi dari teknik review analitikal, namun semuanya didasarkan atas perbandingan antara apa yang dihadapi dengan apa yang layaknya harus terjadi, dan harus menjawab sebabnya kesenjangan.


5.      Meminta informasi lisan atau tertulis dari auditee, merupakan prosedur yang biasa dilakukan auditor. Permintaan informasi harus dibarengi, diperkuat, atau dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain atau diperkuat dengan cara lain.

6.      Menghitung kembali , menghitung kembali perhitungan dan rekonsiliasi yang telah dibuat oleh klien. Seperti menghitung kembali penjumlahan, perkalian, perhitungan depresiasi, bunga dan sebagainya.


7.      Mengamati, yaitu memperhatikan dan menyaksikan pelaksanaan beberapa kegiatan proses. Kegiatan dapat berupa pemrosesan rutin jenis transaksi tertentu seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah para pekerja sedang melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.

ü  Net worth method. Untuk audit investigative pajak, ingin membuktikan adanya PKP yang belum dilaporkan oleh Wajib Pajak. Untuk organized crime yang ingin dibuktikan adalah terdapatnya penghasilan yang tidak sah, melawan hukum, atau illegal income.
ü  Expenditure method. Dimaksudkan untuk menentukan unreported taxable income.
Unreported taxable income lebih cocok untuk para Wajib Pajak yang tidak mengumpulkan harta benda, tetapi mempunyai pengeluaran-pengeluaran besar (mewah).