1. Pengertian Marketing Mix
Marketing
Mix adalah sekumpulan variabel-variabel pemasan yang dapat dikendalikan
yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang
diinginkan dalam target pemasaran.
2. Marketing Mix mempunya 7P, sebagai berikut :
1. Produk
2. Price
3. Promotion/People
4. Place
5. Partisipant/People
6. Proses
7. Physical Evidence
3. Pengertian Orientasi Pasar
Orientasi pasar merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan global dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Orientasi pasar merupakan budaya bisnis dimana organisasi mempunyai komitmen untuk terus berkreasi dalam menciptakan nilai unggul bagi pelanggan.
Contoh :
Perusahaan yang mengadakan orientasi pasar yaitu seperti tempat restaurant, jadi kalau di restaurant kan makanan nya harus disurvei dulu atau dicoba dulu makanannya layak untuk dijual atau engga. Jadi, kalau direstaurant itu di teliti oleh orang yang mengerti tentang layak atau engganya makanan tersebut.
Perusahaan yang mengadakan orientasi pasar yaitu seperti tempat restaurant, jadi kalau di restaurant kan makanan nya harus disurvei dulu atau dicoba dulu makanannya layak untuk dijual atau engga. Jadi, kalau direstaurant itu di teliti oleh orang yang mengerti tentang layak atau engganya makanan tersebut.
Contoh :
Perusahaan yang tidak mengadakan orientasi pasar yaitu seperti warung tegal atau biasanya itu orang yang promosi dijalan, dan orang-orang untuk mencoba makanan itu, mencobanya juga tanpa bayar. Jadi, disini yang mencoba itu hanyalah masyarakat biasa.
Perusahaan yang tidak mengadakan orientasi pasar yaitu seperti warung tegal atau biasanya itu orang yang promosi dijalan, dan orang-orang untuk mencoba makanan itu, mencobanya juga tanpa bayar. Jadi, disini yang mencoba itu hanyalah masyarakat biasa.
4. Masalah harga yang dapat memberikan dorongan bagi produsen untuk membuat barang :
Jadi, disini produsen juga harus mementingkan harga dari bahan-bahan yang dibeli oleh produsen, jika harga bahan-bahan yang dibeli itu mahal produsen juga membuat barang produksi nya menjadi sedikit, Tetapi kalo produsen membuat barang nya lebih banyak lagi, maka bisa dijual ke konsumen dengan harga yang pas. Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.
Dan produsen dalam membuat barang tentu memperhatikan aspek harga terlebih dahulu sebab harga yang mahal akan memberatkan si produsen itu sendiri dalam membuat barang yang akan diproduksi.
Pengaruh harga bagi konsumen dalam menetapkan pembeliannya :
Pengaruhnya sebab konsumen tentu mencari barang yang dibelinya dengan kualitas yang terbaik, tapi tetap dengan harga yang stabil dan tidak terlalu mahal , dan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen sehari-hari.
Jadi, disini produsen juga harus mementingkan harga dari bahan-bahan yang dibeli oleh produsen, jika harga bahan-bahan yang dibeli itu mahal produsen juga membuat barang produksi nya menjadi sedikit, Tetapi kalo produsen membuat barang nya lebih banyak lagi, maka bisa dijual ke konsumen dengan harga yang pas. Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.
Dan produsen dalam membuat barang tentu memperhatikan aspek harga terlebih dahulu sebab harga yang mahal akan memberatkan si produsen itu sendiri dalam membuat barang yang akan diproduksi.
Pengaruh harga bagi konsumen dalam menetapkan pembeliannya :
Pengaruhnya sebab konsumen tentu mencari barang yang dibelinya dengan kualitas yang terbaik, tapi tetap dengan harga yang stabil dan tidak terlalu mahal , dan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen sehari-hari.
SUMBER :